Bahan
- 1/2 ekor ayam kampung, potong-potong
- 1 ½ sdm garam
- 2 liter air
- 2 lembar daun salam
- 3 cm jahe, memarkan
Haluskan
- 10 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 sdt merica butir
- 3 buah kapulaga
- 3 cm kayumanis
- 4 butir cengkih
- ½ buah pala
- 100 gram soun kering, seduh air panas, tiriskan
- 4 butir telur rebus, belah dua
- 6 buah perkedel kentang
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 2 batang seledri, iris halus
- 3 sdm bawang goreng, untuk taburan
Pelengkap
- 2 buah jeruk nipis, belah-belah
- Kecap manis
- Ketupat secukupnya
Cara membuat
- rebus ayam bersama garam, daun salam, dan jahe sampai empuk dan matang. Angkat dan suwir dagingnya. Sisihkan. Didihkan air kaldu dengan api kecil untuk kuah soto.
- tumis bumbu halus, kapulaga, kayumanis, cengkih, dan pala sampai harum dan matang. Angkat dan masukkan tumisan kedalam kaldu mendidih. Didihkan sekali lagi.
- atur ketupat, soun, perkedel, telur, dan ayam suwir didalam mangkuk. Siram dengan kuah soto yang masih panas. Taburkan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Beri kecap dan air jeruk nipis.
Untuk 8 orang
MAKANAN khas Jakarta dikenal memiliki rasa yang gurih dan cukup menarik sebagai teman minum teh. Makanan-makanan itu adalah :
1. Kerak Telor
Penganan yang satu ini identik dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sebab, kerak telor selalu dijumpai setiap kali PRJ digelar. Saat ini, kerak telor menjadi makanan langka. Meski merupakan penganan khas Betawi, penjualnya justru kebanyakan berasal dari Sunda, Jawa Barat.
Kerak telor memiliki rasa yang gurih. Rasa gurih itu datang dari bahan-bahan yang digunakan di dalamnya, yaitu beras ketan putih, telur ayam atau bebek, udang yang digoreng kering, bawang merah goreng, kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir. Rasa gurih pada kerak telor bersumber dari campuran udang, bawang merah, kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, dan gula pasir.
2. Kembang Goyang
Sama seperti kerak telur, camilan khas Betawi ini juga sudah mulai jarang ditemui. Padahal rasanya yang gurih cukup menarik untuk dijadikan sebagai teman minum teh. Tidak percaya? Coba cari snack tersebut di pasar, lalu jadikan teman minum teh. Apabila tidak menemukan penjualnya, Anda dapat membuat sendiri. Siapkan tepung beras, gula, telur, santan, minyak goreng, dan cetakan kembang goyang. Kocok telur dan gula hingga lembut.
Masukkan tepung dan santan. Adukaduk hingga tercampur dan adonan licin. Lalu, panaskan minyak di wajan. Celupkan cetakan kembang goyang ke minyak panas hingga panas. Celupkan cetakan ke adonan. Celup lagi cetakan ke minyak panas. Setelah itu goyang-goyangkan hingga adonan lepas.
3. Roti Buaya
Pembuatan roti berbentuk buaya sebenarnya terinspirasi dari kebiasaan buaya yang hanya menikah sekali sepanjang hidupnya. Nah, berangkat dari situ, roti buaya dijadikan sebagai simbol kesetiaan pasangan yang telah menikah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika roti buaya selalu hadir di setiap acara pernikahan adat Betawi.
Sekarang, mencari roti buaya terbilang sulit. Tidak semua toko roti menjualnya. Jika ingin membeli roti buaya, orang juga biasanya harus memesannya terlebih dahulu. Padahal membuat roti buaya tidaklah sulit. Bahan-bahannya yang terdiri dari terigu, gula pasir, margarin, garam, ragi, susu bubuk, telur, dan pewarna mudah diperoleh. Hanya, membentuk adonan hingga menyerupai buaya memerlukan kesabaran bagi yang tidak terbiasa membuatnya.
4. Kue Rangi
Kue khas Betawi itu kini jarang ditemui. Meski demikian, beberapa resto mulai menawarkan kembali hidangan tersebut. Kue rangi atau biasa disebut sagu rangi terbuat dari tepung kanji dicampur dengan kelapa yang diparut kasar. Dahulu, orang memanggang kue rangi dengan memanfaatkan api yang berasal dari kayu bakar atau arang. Alhasil, kue tersebut menjadi lebih wangi. Jika ingin mencicipinya, Anda juga dapat membuatnya sendiri.
Bahan-bahannya adalah kelapa setengah tua, ampas kelapa, tepung sagu aren, garam, dan gula merah. Cara membuatnya, campur kelapa parut, ampas kelapa, tepung sagu, dan garam. Aduk hingga rata. Panaskan wajan, taruh 1-2 sendok makan adonan. Ratakan hingga tipis. Lalu masak sampai kering dan matang. Setelah itu, taburi permukaannya dengan gula merah, lipat dua, dan angkat jika sudah garing. (S-1)
source : http://www.mediaindonesia.com/mediakuliner/index.php/read/2010/06/18/237/3/Aneka-Makanan-Khas-Betawi-nan-Lezat